Wednesday, March 19, 2008

BISNIS RUMAH TAHANAN

Beberapa tahun belakangan ini di Indonesia kan lagi banyak pejabat yang ditahan karena kasus pidana korupsi lah, BLBI, suap jaksa....
Dirut bank, pemilik bank, jaksa, menteri, "pengkhianat pajak", dll...
duuuhh....kayaknya lagi musim kali yeee....
sangkin banyaknya, kayaknya kalau seorang pejabat itu ditahan/dipenjara udah gak malu lagi kali yee.....
kalo dulu kan beda, ada seseorang dipenjara, pasti keluarganya malunya sampe 7 turunan deh kayaknya....

Nah, pejabat itu kan pasti dong gaya hidupnya high class, dari rumahnya, dari makanannya, dari pelayannya...
Kayaknya bisa jadi peluang bisnis yang bagus juga nih, "JASA SEWA RUMAH TAHANAN BINTANG LIMA" weeeee.....
Kelasnya juga bisa dibeda2in tuh, Presidential Suite, ada yang Deluxe, Standard, atau apalah gitu...kayak hotel gitu deh....
Pastinya lengkap dong dengan fasilitas pelayanannya, laundrynya, makannya...
Pemerintah bayar sewanya ke kita untuk semua fasilitas yang kita sediakan, nah pemerintah membebankan biaya ke si tahanan, tapi mestinya resmi dong, dengan undang2 atau peraturan pemerintah atau apalah......

adakah yang berminat???????




Tuesday, March 11, 2008

BURNED ALIVE

Aku baru selesai baca buku berjudul BURNED ALIVE yang diceritakan langsung oleh karakter utamanya, yang menceritakan kisah nyata kehidupan seorang perempuan berdarah Palestina bernama SOUAD.

Sebenarnya aku sendiri ter”ngeri-ngeri” membaca kisahnya, karena membayangkan bagaimana seandainya aku yang mengalami kehidupan seperti dia. Tapi aku bersimpati dan salut banget karena dia mampu mendapatkan kekuatan untuk menceritakan semua kisah hidupnya dengan identitas samaran, yang membuka dengan gamblang bagaimana tradisi kehidupan di Timur Tengah. Dan aku merasa aku harus membagi cerita ini, bagi yang belum baca tentunya, sebenarnya merupakan bentuk rasa syukurku atas kehidupan yang aku jalani, yang pastinya tidak sepedih kehidupan si SOUAD.

Kisah itu menceritakan bagaimana kehidupan SOUAD yang hidup di Tepi Barat Palestina mulai dari kecil, yang sialnya terlahir sebagai seorang perempuan. Kenapa sial? Ya iya, karena ternyata menurut kisah itu, di daerah sana, perempuan itu tidak berarti apa2. Kalaupun terlahir sebagai perempuan, itu akan menjadi kelahiran yang sangat disesalkan. Kalaupun hidup, maka nantinya hanya akan menjadi budak di rumahnya sendiri, kemudian dinikahkan dan menjadi budak bagi suaminya kelak, budak untuk pekerjaan dan budak untuk melahirkan anak laki2.

Disana, anak laki2 sangat sangat diistimewakan. Merupakan lambang kebanggaan & kehormatan keluarga. Maka anak laki2 itu disekolahkan, tapi tidak untuk perempuan. Anak laki2 bebas keluar rumah untuk bermain atau hang out, tapi tidak untuk anak perempuan. Mereka tidak pernah tau apa itu dunia, selain desa mereka. Anak laki2 mendapat makanan yang istimewa, duduk bersama orang tua pada saat makan, tapi tidak untuk anak perempuan. Mereka makan makanan yang berbeda, bahkan sisa, dan makan dibelakang.

Anak perempuan tugasnya melakukan semua pekerjaan dirumah. Tapi jangan membayangkan tugasnya cuma nyuci, ngepel, nyetrika, masak. Selain tugas2 yang sudah lumrah itu, mereka harus menggembalakan kambing domba, mencari rumput untuk ternak, memetik buah ara, atau tomat, bahkan harus tidur dikandang kambing kalau ada kambing yang akan beranak, untuk menunggui. Jadi, memang mereka dianggap tidak lebih berharga dari ternaknya. Disamping itu mereka juga harus memeras susu dari hewan ternak, dan nantinya mereka harus membuat keju dari susu perasan tersebut.

Adapun SOUAD, seperti juga anak2 perempuan didesanya, melakukan semua tugas itu bersama dengan kakak & adik perempuannya. Tapi sedihnya, setiap hari mereka pasti selalu dipukuli oleh ayahnya. Bisa karena kekhilafan seorang anak2, bisa karena ketiduran pas lagi menggembalakan ternak, bisa karena terlambat pulang, bisa karena apa aja…..dan itu berlaku umum bagi orang2 yang hidup disana. Dan kekerasan seperti itu menjadi suatu hal yang diwariskan kepada anak laki2nya. Bagaimana tidak, kalau setiap hari dirumahnya terjadi kekerasan seperti itu, pastinya akan tertanam di benak si anak.

Cara mukulnya bisa dengan tali pinggang besar ataupun kecil, bisa dengan ditendangi, bisa dengan menampar, bisa dengan menjambak rambut, bisa dengan tongkat sang ayah.

Dan yang paling mengerikan, menurut kisah tersebut, membunuh perempuan dalam keluarganya sendiri, dapat dibenarkan. Menurut mereka, itu merupakan kejahatan atas nama kehormatan. Jadi menghilangnya seorang anak perempuan, tidak dianggap aneh oleh masyarakat di sana, kalau itu merupakan pembelaan terhadap kehormatan keluarga.

Contohnya, ibu SOUAD beberapa kali hamil dan melahirkan, tapi karena yang lahir kembali anak perempuan, setelah anak itu keluar langsung dibungkus dengan selimut dari kulit domba dan dibekap, terus ya udah….dibuanglah entah kemana.

Atau, seperti kejadian terhadap adik perempuan SOUAD. Entah karena apa, entah salah apa, SOUAD nggak ingat, tapi yang jelas adik perempuannya melakukan kesalahan, yang dianggap sebagai kesalahan fatal dan mencemarkan kehormatan keluarga. Bisa jadi karena ketauan melirik laki2, bisa karena berbicara dengan laki2, hal tersebut merupakan kesalahan fatal bagi seorang perempuan dan itu sudah mencemarkan kehormatan keluarga. Dan kehormatan keluarga adalah diatas segalanya. Maka adik perempuan SOUAD harus segera dimusnahkan…..

Orang tuanya merencanakan dengan anak laki2nya bagaimana menghabisi anak perempuannya sendiri. Maka setelah didapat kesepakatan bagaimana cara menghabisinya, si anak laki2, which is merupakan abang dari si anak perempuan ini, menjerat lehernya dengan kabel telepon. Kemudian…….yang jelas setelah itu menghilanglah anak perempuan itu tanpa penjelasan.

Berbicara mengenai pernikahan, disana itu perempuan menikah sekitar usia 14-15 tahun. Kalau sudah melebihi dari itu akan menjadi bahan olok2 orang lain.

Uniknya kalau disana, selesai acara pernikahan, wanitanya kan dibawa tuh ke rumah pria, dan pastinya dong ada malam pertama. Di malam pertama itu, mereka melapisi si wanita dengan kain putih, untuk melihat apakah pada malam pertama itu ada darah di kain putih itu pertanda keperawanan. Dan darah yang ada di kain putih itu besok paginya akan dikibarkan oleh si suami di rumahnya, dan orang2 desa memang sengaja datang untuk melihat pengibaran itu......Kalau si wanita gak berdarah di kain putih itu, maka siap2lah dia untuk disiksa dan dipulangkan ke rumah orang tuanya, yang udah pasti itu melanggar kehormatan keluarga, dan siap2lah si wanita tadi untuk dihabisi.

Nah, SOUAD kan beranjak remaja, kira2 umur 16 an, dan dia sudah ingin sekali menikah. Namun, kakaknya masih ada satu lagi yang belum menikah, dia tidak boleh melangkahi.

Suatu hari, SOUAD melihat seorang laki2 di seberang rumahnya, dan dia jatuh cinta. Tapi dia tidak bisa melakukan apa2, karena kalau berbicara dengan laki2 dia akan dicap sebagai charmuta atau pelacur. Tapi keinginannya untuk segera menikah kuat sekali, kemudian dia mencari cara bagaimana bisa berbicara dengan laki2 itu yang namanya Faiez. SOUAD memberi tanda dari loteng rumahnya kepada si laki2, dan singkatnya si laki2 mengerti.

Si laki2 akhirnya memanfaatkan keluguan si SOUAD. Mereka selalu bertemu di ladang saat SOUAD menggembalakan ternak. Dan akhirnya, SOUAD hamil setelah mereka melakukan hubungan suami istri sebanyak 3 kali di parit yang ada di ladang.

SOUAD selalu berusaha menyembunyikan kehamilannya, walaupun itu berat untuk dilakukannya, dia pukul2 perutnya yang mulai membesar supaya dia bisa menstruasi lagi, begitu pikirnya. Namun ternyata, kehamilannya semakin membesar sampai usia kandungan 7 bulan, dan tidak ada satu orangpun yang bisa menolong SOUAD pada saat 2 seperti itu, bahkan ibunya sekalipun.

Akhirnya keluarganya mengetahui keadaannya itu. Dan sebelum seluruh desa tau keadaannya, maka sudah pasti SOUAD harus dihabisi. Orang tuanya bersepakat agar abang ipar SOUAD yang melakukan eksekusi terhadap SOUAD sementara orang tuanya harus pergi dari rumah itu pada saat eksekusi. Dan hari itupun tiba, pada saat SOUAD sedang merebus air untuk mencuci pakaian, si abang ipar datang menghampirinya, dan tiba2 menyiramkan bensin ke kepalanya dan memercikkan api. Maka terbakarlah SOUAD, tapi saat terbakar itu dia masih sempat melarikan diri ke arah jalanan. Pada saat dia terkapar jatuh di jalan dia ditolong oleh beberapa wanita yang kebetulan lewat dan membawanya ke rumah sakit.

Pada saat itu nyawanya terselamatkan, tapi selama dirumah sakit dia tidak dirawat semestinya, karena dia itu mengalami kasus yang menyangkut urusan tradisi, jadi memang dia harus dibiarkan mati. Orang tuanya datang ke rumah sakit, bukan untuk menjenguk, tapi untuk meminumkan racun supaya segera mati. Adik laki2nya datang membawa buah2an, tapi yang sudah beracun, supaya dia segera mati.

Puji Tuhan, ada seorang pekerja palang merah internasional bernama Jaqueline, warga negara Prancis, yang mendengar kasusnya. Singkat cerita, dengan segala kemampuan dan pengharapan yang dimilikinya, dia berjanji untuk menolong SOUAD dengan membawanya keluar dari negeri itu. Udah pasti dong tantangannya banyak, tapi dengan bantuan seorang dokter setempat yang telah mengenyam pendidikan di Inggris, semua dapat dilakukan oleh mereka. Dan akhirnya SOUAD bersama anaklaki2nya, hasil hubungan terlarangnya, yang terlahir prematur dan tanpa bantuan siapa2 di rumah sakit, bisa dibawa keluar dari negara itu menuju ke Swiss.

Atas bantuan yayasan kemanusiaan itu, SOUAD berhasil disembuhkan dari luka bakarnya, namun meninggalkan bekas yang sangat dalam. Dan di benua Eropa itu pula, dengan dukungan kasih yang kuat dari orang2 yang menolongnya, SOUAD memulihkan kehidupannya, hingga dia benar2 dimampukan untuk menata kembali kehidupannya dan dimampukan untuk memberikan kesaksian mengenai jalan hidupnya yang penuh penderitaan. Dan itu ditujukannya untuk mengajak semua perempuan, khususnya perempuan di belahan Timur Tengah, untuk bangkit melawan kelaliman. Untuk menolak segala jenis kejahatan, walaupun itu kejahatan atas nama kehormatan.

Akhirnya SOUAD bisa menemukan seorang suami yang sangat mengasihinya dan siap untuk melindunginya, dan memiliki 2 orang anak perempuan yang manis2, ditambah anak yang dibawanya dulu, yang bernama Marwan.

Suatu kisah yang mengerikan, namun inspiratif, memberikan pelajaran hidup yang berharga. Namun bersyukurlah kita, yang masih bisa menjalani hidup tanpa mengalami kekerasan seperti itu. Bersyukurlah kita kalau kita masih bisa mengasihi orang lain. Bersyukurlah kita kalau masih ada orang2 yang mau membantu kita. Ternyata di benua lain di muka bumi ini, ada orang lain yang tidak senikmat kita dalam menjalani hidup.