Friday, December 14, 2007

NEGRIKU SAYANG, NEGRIKU MALANG!!!

Aku gak tau apakah ini dampak dari keterpurukan perekonomian di Indonesia, perhatian Pemerintah yang kurang, atau fenomena apa neeh….

Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia dihajar oleh begitu banyaknya permasalahan. Kita sebut saja mulai dari masalah bencana alam, kematian akibat penyakit yang aneh2, pertempuran di kancah politik, kecelakaan transportasi baik darat, laut, apalagi udara….

Selain itu, Indonesia tidak luput dari masalah yang berkaitan dengan pencurian, perampasan hak, begitu juga ketamakan, kerakusan orang2 akan uang, hingga menghalalkan segala cara, asal dapat uang. Contohnya, jual ayam yang disuntik formalin, jual beras yang udah dicampur pemutih, jual ikan busuk yang dikasih formalin, dan yang terbaru jual cumi yang proses pengeringannya itu menggunakan konsentrat kimia hydrogen peroxide, yang sering kita gunakan untuk pembersih lantai…..kebayang gak seeehhh seremnya makan makanan yang seperti itu..

Belum lagi segala bentuk penipuan dengan media makanan, obat, cari kerjaan, penggandaan uang………yang pastinya muaranya ke uang, bukan ke laut…..

Oooppss.. ada lagi, masalah sampah juga yang tidak pernah terselesaikan, karena belum dapat solusinya bagaimana cara pengelolaan sampah yang makin lama menimbun dan akhirnya menimbulkan banjir. Bayangin aja, ibukota Negara, Jakarta, bisa banjir, karena kali Ciliwung sebagian besar udah ketutupan timbunan sampah…..

Nah, berkaitan dengan masalah sampah tadi, kemaren ada berita yang sebenarnya pada saat sekejap kita dengar menggelikan juga, tapi kalo dirasa2 miris juga jadinya…

Bayangin, sampah di negeri kita ini aja belum tertanggulangi dengan baik, eehh….kok malah ada yang import sampah dari luar negeri. Sampah apakah itu?

“IMPORT KONDOM BEKAS DARI JERMAN”

hahahhah….geli sih, tapi menurut aku benar2 tindakan yang tidak punya hati nurani….

Kondom bekas dari Jerman diimport untuk keperluan memproduksi antara lain untuk karet rambut, sol sepatu, dan apa lagi gitu…(sama sekali bukan produksi yang materiil utk kebutuhan dasar hidup rakyat banyak).

Alasan memproduksi dengan kondom bekas, karena harga karet mentah dunia naik dari Rp 20.000/kg menjadi Rp 25.000/kg.

Setelah container masuk di pelabuhan, pihak departemen perindustrian kasih pernyataan bahwa hal tersebut dilarang, karena kondom bekas itu dianggap limbah industri….nah looo..

Laahh..pada saat proses administrasi import berlangsung, kok gak ada yang kasih komentar, kok gak ada cek & riceknya, kok barang dah masuk baru ada komentar…..

Melihat hal tersebut, bukankah tindakan import kondom bekas dari Jerman itu secara tidak langsung juga mengimport sampah masuk ke Indonesia. Sampah yang di Indonesia aja belum terkelola dengan baik, datang pula lagi sampah baru.

Oklah, itu kondom mau diproses lagi untuk jadi karet, atau sol, atau apalah, tapi pasti ada residunya kan, dan residu dari proses produksi itu jadi sampah lagi kan, baik sampah fisik, maupun limbahnya...

Kalau harga karet naik, mungkin ada bahan alternatif lain sebagai bahan baku substitusi karet yang bisa digunakan...atau cewek2 di Indonesia suruh potong rambut jadi pendek semua biar gak usah ikat2 rambut lagi pake karet dari kondom bekas,

Selain mengimport sampah, hal itu memungkinkan juga kita mengimport penyakit. Benar gak sih?

Nah, kl ini gua bingung menjabarkan ke dalam tulisan apa yang ada di otak gue. Tapi yang jelas, pengguna kondom di Jerman sana belum tentu 100% bebas dari penyakit, apapun itu, HIV, GO (sipilis), atau penyakit lainnya. Tidak sedikit kemungkinan penyakit itu masih bersarang di kondom bekas yang diimport itu kan. Biar kata kondom bekas akan diproses lagi, tapi resikonya tetap besar.

Menurut aku, negara manapun saat ini pasti banyak yang pusing ngurusi masalah sampah. Tapi kalo ada yang import sampah, alangkah senangnya ya...

Kalo kita bayangkan, Jerman sana senang dong ada yang import sampah dia, dibeli lagi, berkurang kepusingan dia ngurusi masalah sampahnya, dapat duit pula....

Tapi Indonesia, yah kembali menjadi tong sampah....

Tulisan di atas hanya merupakan pendapat saya aja, sesuai dengan jalan pikiran saya yang masih sangat terbatas. But if there is any other else out there who does has another opinion, feel free to share your words.

No comments: