Monday, April 28, 2008

P.S. I LOVE YOU

Hari Jum’at yang lalu agak2 berbeda dari biasanya. Banyak hal yang menggembirakan, dari mulai gajian, gaji naik & dapat bonus tahun 2007, plus ‘kopdar’ with 2 contacts from Multiply. But I will tell u this later.

Pulang kerja, udah janjian sama suami mau nonton Forbidden Kingdom yang dibintangi oleh Jet Lee & Jackie Chan (kali pertama penampilan mereka bareng dalam 1 film). Tapi ternyata seat yg tersisa hanya seat bagian depan. Yah…mana mungkinlah di depan, emang nontonnya mau mangap…..

Akhirnya kita jadi nonton P.S. I LOVE YOU. Karena tak ada pilihan lain yang bisa dinikmati. Aku sih sebenarnya kurang berminat nonton film ini, tapi dari pada tidak ada, daripada pulang cepat ke rumah, dan pemerannya para pemenang Oscar pula seperti Hilary Swank & Kathy Bates. Jadi, ya..oklah….

Ceritanya tentang suami istri yang kehidupannya seperti rumah tangga pada umumnya, yang ada pertengkaran, tapi baikan lagi, dan overall kehidupan rumah tangga mereka baik2 saja, dan bahagia.

Hingga akhirnya suaminya meninggal karena kanker otak….(aduuhh…)

So pasti…si istri limbung menjalani kehidupannya. Yang biasanya segalanya dijalani dengan suami, sekarang sendiri. Semua kenangan indah & pahit hilir mudik berputar di benak si istri. Bahkan dia merasa bahwa si suami masih berada di dekatnya.

Rasa kehilangan itu membuat si istri seperti orang stress, nyanyi2 sendiri, isi rumah berantakan, sampai suatu hari si istri ulang tahun dan dia menerima surat & cake ultah dari suaminya yang sudah almarhum itu. Pada heran dong semua, tapi ternyata hari berikutnya sampai beberapa bulan ke depan, surat dari suami berdatangan terus dengan cara yang berbeda, yang selalu menemani dia & menuntun dia untuk tidak terus tinggal dalam kenangan yang lama. Ayo….milikilah kenangan2 yang baru…pekerjaan, cinta, teman.

Inti ceritanya sih seperti itu. Cuma aku heran, pas lagi nonton itu kok perasaanku ikut sedih ya perihal kehilangan suaminya…..satu rasa yang nggak ngenakin banget.

So aku berpikir, mungkin ini bisa jadi tolok ukur buat aku, seandainya aku kehilangan suami aku pasti akan sedih gak karuan gitu mengingat semua yang pernah kita jalani bersama suami. Aku pasti limbung, dan aku pasti stress, aku pasti ingin berkurung terus di rumah, aku pasti gak mau ketemu sama orang2. Kebayang dong, selama ini menjalani rumah tangga dengan semua kenangan didalamnya, merencanakan apa2 berdua, sayang2an, bertengkar…….everything…

Jadi aku berpikir, sebelum waktu untuk berpisah itu tiba, sekaranglah saatnya untuk menikmati kebersamaan itu, berusaha untuk tidak menciptakan goresan luka……alamak…

Aku menyadari, selama menjalani rumah tangga, aku sering nggak sabaran sama suamiku yang “super sabar” ini. Gayaku yang logic analytic di kantor sering aku terapkan ke suamiku yang selalu realistic. Ada waktu2 dimana kami sama2 tidak bisa mengendalikan emosi, tapi akhirnya kembali dengan pelukan hangat, takut akan rasa kehilangan. Sekarang aku tau, aku & dia tidak harus merubah pribadi kami, tapi seperti sebuah kotak, ada saat2 tertentu masing2 mengecil atau membesar melihat situasinya.

Disampingnyalah aku bisa meningkatkan & menjalani karir dengan tenang. Dukungannya yang tidak pernah henti, suaranya yang teduh, kata2nya yang selalu menguatkan, pelukannya yang selalu menenangkan, membuat aku yakin aku berada di tangan yang tepat.

So Pipo, I Love U so much!!!

No comments: