Global uncertainty akibat krisis ekonomi yang diawali subprime mortgage di Amerika Serikat. Disusul kejatuhan Freddy Mac, Fannie Mae dan akhirnya Lehman Brothers, sebuah bank investasi terbesar di Amerika Serikat yang usianya +/- 158 tahun, runtuh juga.
Suntikan dana segar yang dilakukan otoritas moneter di Amerika Serikat, masih juga belum mampu meningkatkan kepercayaan pasar dan indeks harga saham yang terus beruntuhan.
Krisis Amerika Serikat akhirnya berimbas ke negara2 lain. Saat ini seluruh negara bergolak, masing2 sibuk menyiapkan kebijakan & strategi agar dampaknya tidak terlalu menimbulkan masalah yang serius untuk roda perekonomian. Tidak terkecuali Indonesia!!
Pemerintah Indonesia telah dengan sigap mempersiapkan berbagai macam kebijakan untuk dapat mengatasi dampak krisis yang terjadi. Bank Indonesia, sebagai pemagang otoritas manager tertinggi di Indonesia, menyebutkan secara terukur tetap berada di pasar dan menyesuaikan kebijakan dengan pergerakan2 di dunia.
Beberapa akibat dari krisis saat ini paling tidak untuk Indonesia yang saya baca di beberapa harian:
1. Bank Indover di Belanda, yang pemiliknya adalah Bank Indonesia, telah beku operasi
2. Kemaren hari Rabu, 8-10-2008, Bursa Efek Indonesia disuspend, karena khawatir indeks harga saham akan runtuh terus
3. Hari ini, berdasarkan berita dari detik finance, nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah hingga 9.865, mungkin diperparah oleh banyaknya investor asing yang membutuhkan dana valas
4. Akibat kelangkaan dollar, seluruh BUMN diminta untuk tidak berspekulasi valas, apabila membutuhkan valas agar berkoordinasi dengan BI & Menneg BUMN (pantesan kemaren gua disuruh nyiapin siapa aja debitur kami yang pinjamannya dalam valas)
5. Beberapa BUMN yang telah go public diminta untuk buy back (upaya beli kembali) saham mereka, untuk menjaga likuiditas pemerintah
Ok, itu dari sisi institusi & kebijakan2 pemerintah yang setiap saat dapat berubah disesuaikan dengan pergerakan pasar. Bagaimana dari sisi perusahaan, usaha kecil & menengah? Mampukah bertahan?
Kekhawatiran mungkin menjalar pada para karyawan saat ini. Mampukah perusahaannya bertahan? Ketidakmampuan sebuah perusahaan dalam menghadapi krisis ekonomi, bukan tidak mungkin akan menutup perusahaan, atau paling tidak mengurangi biaya operasional. Salah satu komponen biaya operasional adalah salary. Bagaimana agar komponen yang satu ini berkurang, maka bukan tidak mungkin adanya pengurangan jumlah pegawai. Dan hal ini bisa jadi memicu membengkaknya jumlah pengangguran di suatu negara.
Suatu lingkaran setan yang tidak ada habisnya. Maka, sediakan payung sebelum hujan. Siapkan diri untuk menghadapi keadaan terburuk.
Tapi kita berharap bahwa ini tidak akan membawa dampak serius yang memberatkan negara kita. Kita berdoa pemerintah kita akan membuat kebijakan yang terbaik.
Tetap teguh & percaya bahwa Tuhan akan menyertai. God bless!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment