Friday, December 19, 2008

SURAT DARI SAHABAT SEJATI

Rasanya aku sudah lama nggak ngeblog disini, tak ada jurnalku yang baru. Karena aku nggak tau apa yang mau aku post. Rasanya tidak ada yang begitu berarti yang bisa aku post. Aku ingin jurnal yang aku post memberikan arti bagi aku, juga bagi yang baca. Bukan sekedar postingan yang memamerkan kehebatan & keberadaanku......

Apalagi menjelang Natal seperti ini, rasanya pengen ngeblog, rasanya pengen ngebagi kebahagiaan yang aku rasakan ini sama orang lain. Tapi.....apa yang pas ya??

Naaahhh.....kebetulan aku dapat email dari seorang teman, dan isi emailnya menurut aku menggetarkan....dan aku bahagia mendapatkannya, karena aku anggap sebagai reminder buatku untuk menyikapi sukacita Natal ini. Pas banget!!!

And let me share this to you all. SELAMAT MENYAMBUT NATAL!!!

==========================================================================

Anak-anakKU yang Terkasih,

Seperti yang kamu tahu, peringatan ulang tahunku semakin dekat. Setiap tahun diadakan perayaan untuk menghormatiku dan aku kira tahun ini juga.

Menjelang perayaan, banyak orang berbelanja hadiah, pengumuman di radio dan iklan TV. Dunia berkata bahwa perayaan semakin dekat dan semakin dekat lagi.

Yang sangat membahagiakan adalah, paling tidak setahun sekali, beberapa orang mengingat aku. Dan kita semua tahu bahwa perayaan itu sudah dimulai bertahun-tahun lalu.

Awalnya orang-orang tampaknya mengerti dan bersyukur atas apa yang sudah aku lakukan bagi mereka. Tetapi kemudian tak seorangpun mengerti dasar diadakannya perayaan ini.

Sanak saudara dan handai taulan berkumpul. Pakaian, perhiasannya alangkah elok. Mereka bergembira tanpa memahami arti perayaan itu sendiri. Aku ingat tahun lalu, ada pesta besar demi menghormatiku. Meja sarat aneka rupa makanan lezat – dari kue, coklat sampai buahbuahan. Hiasan, pajangan semua mengagumkan. Bingkisan-bingkisan bertumpuk, dibungkus kertas warna warni. Sangat indah.

Namun, ingin tahukah Saudara? Aku tidak diundang.

Aku seharusnya menjadi tamu kehormatan tetapi mereka lupa mengirimiku undangan.

Pesta itu untuk aku tapi ketika saat bahagia itu tiba, mereka meninggalkanku diluar, pintu ditutup didepan mataku…….. Aku ingin bersama mereka, duduk bersama dimeja yang sama.

Sebenarnya ini tidaklah terlalu mengherankanku karena beberapa tahun belakangan orang-orang mulai menutup pintu bagiku. Karena aku tidak diundang maka aku memutuskan untuk diam-diam masuk dan duduk di pojok.

Mereka minum-minum, ada yang mabuk, ngobrol sana sini sambil tertawa riang. Bahagianya mereka.

Untuk melengkapi kesukaan itu, datanglah seseorang besar gemuk berpakaian merah dan berjenggot putih panjang. Ho..Ho..Ho!, serunya. Sepertinya ia mabuk. Ia duduk di sofa lalu semua anak menyerbunya sambil berteriak - Sinterklas…Sinterklas… seakan-akan perayaan itu untuk menyambut dan menghormatinya!

Tengah malam semua orang mulai saling berpelukan. Aku membentangkan tangan, menunggu ada yang memelukku. Tahukah Saudara, tak seorangpun menghampiri dan memelukku.

Lalu mereka bertukar hadiah. Mereka membukanya dengan suka cita, penuh harapan. Ketika semua sudah terbuka, aku mulai mencari-cari kalau-kalau ada satu untuk aku. Ternyata tak ada satupun.. Apakah yang kamu rasakan ketika semua orang bertukar hadiah lalu kamu sendiri tidak mendapatkan?

Lalu aku sadar bahwa aku tidak dibutuhkan dalam pesta itu oleh karenanya aku disisihkan.

Tahun demi tahun terjadi dan semakin menyedihkan. Orang-orang hanya ingat hadiah, baju baru, pesta, makan dan minum. Dan tak seorangpun ingat aku.

Aku demikian ingin dihari Natal ini anak-anakKU memperbolehkan aku masuk dalam hidup mereka.

Aku ingin anak anakKU mengingat bahwa hampir 2000 tahun yang lalu aku datang di dunia untuk memberikan hidupku bagi mereka, diatas kayu salib, untuk menyelamatkan mereka.

Hari ini, aku semata-mata ingin anak-anakKU percaya sepenuh hati.

Yang ingin aku sampaikan adalah: karena begitu banyak yang tidak mengundangku ke pesta maka aku akan membuat perayaan sendiri. Sebuah pesta bertabur kemegahan yang belum pernah terbayangkan oleh siapapun – perjamuan agung.

Saat ini aku sedang menyiapkan segalanya.

Hari ini aku menyebar undangan dan ada satu undangan untuk kamu. Betapa aku ingin tahu minat kamu untuk datang.

Bila “ya” maka aku akan menyiapkan tempat serta menuliskan nama mu dengan tinta emas di buku tamuku.

Hanya mereka yang namanya tercatat akan memperoleh tempat duduk layak. Mereka yang tidak membalas undangan akan ditinggalkan diluar.

Bersiaplah sebab bila semua persiapanku telah selesai, kamu akan duduk dalam perjamuan agungku.

*Bagikan kepada orang lain yang kamu cintai sebelum Natal tiba.

Sampai jumpa.

Aku mengasihimu.

Yesus

No comments: