Wednesday, May 10, 2006

The Beginning
Akhirnya.....aku sudah bisa memulai menulis di blogku ini...........
Kemaren2 aku belum bisa nulis, bahkan gak keluar ide sama sekali apa yg mau aku tulis, karena...........aaaagghhhh, permohonan cutiku belum keluar, aku udah senewen, udah sebel banget, soalnya gua mau beli tiket pesawat murah air asia, takut kelewatan date linenya, tapi akhirnya keluar juga dari bosku, ohh thanx Jesus.......
Alright, let me choose the topic first.....
and I got it, but should be long story so I will start from the beginning, like the title..........
This is such about a feeling, something about a struggle, or even maybe a karma, I' m not sure, but I will try to confess in this page, all about the things.....
Dimulai waktu aku ikut program SDP, aku sekamar dengan teman dari Jambi, Helena namanya........
Orang Sunda, tapi pindah ke Jambi karena ikut suami......orangnya cantik, putih, pakai kerudung, and at the first sight I saw her as a "cool" lady, but after a week, just after a week, I saw her genuine manner.............
Ok, no problem with that, I can really handle it, ada beberapa hal yang aku rasa sifatnya keras, menyindir, no problem, karena aku melakukan apa pun sesuai keinginanku, bukan keinginan orang lain, kalau dia mau keras, aku juga bisa keras, bahkan mungkin lebih keras dari dia, tapi maybe not in the right place, she is my new friend, kalo dia udah mulai gitu, gua jawab singkat dan mengena udah, lo mau nangis, yah nangis aja deh lo, gue gak perduli,
paling gue cerita ke mbak Dian, the funkiest lady, hahaha....
But, after 2 weeks, something happened, dia mulai dekat dengan teman sekelas kami juga, Reza......
Time after time, everybody can see their relationship, and I really shocked when I found my self as the last one to know, temen2 yg laen bilang,"Lo gimana, temen sekamar lo sendiri ada affair masa lo gak tau, maybe I was too naif, but that's the fact.......
at first time I don't believe it, but I can see either their intensively meeting, and hanging out together, always berdua, dan bergandengan tangan pula, and I always see she receive messages anytime, dan akhirnya gue ngerasa juga..........
Tapi orang-orang kenapa gak ada yang mau ngomong ke dia ya, kan capek juga ngegosipin, ada yang ngomel, kok gitu sih, kok gini sih, tp gak mau ngomong...........
Ah, udahlah gue nekat aja, gue bilang aja yang sebenarnya ke dia, awalnya dia ngedengerin, tapi emosi naik juga, haaaa........yah, gua bilang, ya udah terima syukur, gak terima ya udah, sebodo amat deh pikir gue........(yang akhirnya gue tau alasan sebenarnya kenapa dia begitu, yah aku bisa memaklumilah!!!!)
Alright, that's it, that's what I call karma, gua pernah ngebilangin ke temen gitu, ternyata pada akhirnya juga I found myself at last, after the program finished, I was falling in love with someone (karena kegilaan gue juga sih), onething that I can apologize myself, oh noo.....sorry pipo (my husband, I call him pipo)........
Ok, but I have to confess to myself right now, I have to..........
Someday, in the middle of the program, when breakfast, a man (ohhh....handsome guy, come on, come and sit down at my desk), and the fact he came to my desk and sit down, I saw him sit, put his dish and lipat tangan, menundukkan kepala, and praying, gue nekat lagi, "Kristen ya mas? Namanya siapa, dari cabang mana, and so on??
Hmmhh.....namanya Yohanes Himawan Widagdo, nice name.......
Mulai dari hari itu, dia menjadi salah satu orang yang masuk perhatianku........
Tapi disamping itu keakrabanku dengan teman2 yang lain make me feel so happy, sampai aku ngerasa berat banget akhirnya berpisah dari mereka semua, kebaikan, kegilaan, dan kecentilannya, aku suka..........
Selama program aku menjalaninya dengan comfort, nothing to loose, gua yang biasanya suka jalan sendiri kalo di Jakarta, saat itu aku bisa jalan sama teman2, walaupun tetap aku selalu merasa kurang nyaman jalan rame2, tapi at least aku menikmatinya........
Ok, back to the story, gue dengan Mas Jo makin akrab, yah sebenarnya sih sama akrabnya juga dengan temen2 yang laen, Arif, Beni, Mas Iwan, bahkan gue lebih deket dengan mas Iwan, gue lebih cerita or curhat ke mas Iwan, gue lebih sering jalan berdua sama mas Iwan, gue lebih berani pegang2 tangan mas Iwan, but sama sekali tidak ada apa2, gue sayang sama mas Iwan, karena kita rasanya asik2 aja..............
Masalah mas Jo juga aku cerita ke mas Iwan, but I just wanna know his reaction................
Hari berganti hari, kita bertiga makin dekat, gue, mas Jo, and mas Iwan, kita sering jalan bertiga, kadang2 ditambah sama mbak Dian (I love and miss them all!)...............
Aku sempet nanya sama mas Iwan mengenai keanehan yang aku rasakan dari mas Jo ( or maybe gue sendiri yg ngerasa aneh).............
Akhirnya hari itu tiba juga, kita semua harus pisah dan menempati posisi baru di tempat yang baru pula......
Gue di CBC Medan, mbak Dian di SBDC Palembang, mas Iwan di CBC Semarang (dan sekarang udah pindah ke Hub Semarang Pahlawan), and mas Jo pindah dari Tanjung Pandan ke Tanjung Pinang..........yah masih tanjung2anlah......
To Be Continued!!

No comments: